Jumat, 8 Oktober 2010 | 14:04 WIB

remigius septian
Ilustrasi
TERKAIT:
BOGOR, KOMPAS.com - Perjalanan kereta api di Stasiun Bogor, Jumat (8/10/2010) pukul 12.55 WIB kembali normal setelah sempat mengalami gangguan selama satu jam.
"Aktivitas sudah normal kembali. Gangguan hanya terjadi selama satu jam, sekarang perjalanan sudah lancar," kata Wakil Kepala Stasiun Bogor Udin Saefuddin.
Udin menjelaskan, perjalanan KA sempat tersendat pada pukul 08.00 WIB akibat adanya gangguan teknis kereta rusak di Stasiun Citayam.
KA yang mengalami kerusakan teknis yakni KA 603 Ekonomi jurusan Bogor-Tanah Abang. Kereta tersebut berangkat dari Stasiun Bogor pukul 07.42 WIB, setelah berjalan selama 25 menit, tepatnya pukul 08:47 WIB, kereta mengalami gangguan mesin saat berhenti di Stasiun Citayam.
"Sekitar satu jam diperbaiki, lalu kereta melanjutkan perjalanan hingga Stasiun Depok, di sana kereta langsung dimasukkan ke Depo untuk diperbaiki, sementara penumpang dipindahkan ke kereta berikutnya," ujar Udin.
Akibat gangguan tersebut, sempat terjadi kepadatan penumpang, KA Ekonomi 607 yang harusnya berangkat pukul 08.05 WIB tertunda keberangkatannnya hingga pukul 08.35 WIB.
Beberapa KA juga terganggu jadwal keberangkatannya, rata-rata terlambat sekitar 20 menit. Seperti KA 215 Ekspres jurusan Bogor-Tanah Abang yang harusnya berangkat 08.35 WIB menjadi 08.41 WIB, KA 613 Ekonomi jurusan Bogor-Jakarta Kota berangkat 08.50 WIB tertunda menjadi 08.55 WIB.
Menurut Udin, gangguan teknis yang dialami kereta karena kondisinya yang sudah tua, rata-rata kereta yang mengalami gangguan tersebut sudah dipakai sejak tahun 1978.
"Namanya mesin, kalau sudah tua dan sering dipakai jadi rusak. Sampai sekarang KA yang kita gunakan usianya sudah tua semua, belum ada kereta baru," ucapnya.
Situasi di Stasiun Bogor saat ini sudah kembali normal bahkan sepi. Tapi sebelumnya, pagi hari sempat terjadi kepadatan penumpang akibat gangguan KA diperlintasan.
Salah seorang penumpang kereta di Stasiun Bogor menyebutkan keterlambatan dan gangguan kereta di Stasiun sudah biasa terjadi, sehingga ia terpaksa pasrah menerimanya.
"Sudah biasa terlambat datang, ada gangguan. Mau diapakan lagi, memang seperti ini keadaannya. Tapi, seharusnya pemerintah memperhatikan hal ini. Karena banyak sekali penumpang KA ini, kami sangat bergantung dengan transportasi kereta api," ucap Nina.
Udin menambahkan, jumlah penumpang kereta di Stasiun Bogor cukup banyak, rata-rata perhari mencapai 35.000 orang dengan rincian kereta ekonomi sebanyak 19.000 penumpang perhari, Ekonomi Ac sebanyak 8.000 orang dan Ekspres 7.000 orang.
Udin berharap, dengan jumlah penumpang yang cukup banyak ini, pemerintah harus memperhatikan sarana dan prasarana kereta api, meningkatkan layanan dengan melakukan perbaikan teknis dan menajemen perkereta apian.
"Aktivitas sudah normal kembali. Gangguan hanya terjadi selama satu jam, sekarang perjalanan sudah lancar," kata Wakil Kepala Stasiun Bogor Udin Saefuddin.
Udin menjelaskan, perjalanan KA sempat tersendat pada pukul 08.00 WIB akibat adanya gangguan teknis kereta rusak di Stasiun Citayam.
KA yang mengalami kerusakan teknis yakni KA 603 Ekonomi jurusan Bogor-Tanah Abang. Kereta tersebut berangkat dari Stasiun Bogor pukul 07.42 WIB, setelah berjalan selama 25 menit, tepatnya pukul 08:47 WIB, kereta mengalami gangguan mesin saat berhenti di Stasiun Citayam.
"Sekitar satu jam diperbaiki, lalu kereta melanjutkan perjalanan hingga Stasiun Depok, di sana kereta langsung dimasukkan ke Depo untuk diperbaiki, sementara penumpang dipindahkan ke kereta berikutnya," ujar Udin.
Akibat gangguan tersebut, sempat terjadi kepadatan penumpang, KA Ekonomi 607 yang harusnya berangkat pukul 08.05 WIB tertunda keberangkatannnya hingga pukul 08.35 WIB.
Beberapa KA juga terganggu jadwal keberangkatannya, rata-rata terlambat sekitar 20 menit. Seperti KA 215 Ekspres jurusan Bogor-Tanah Abang yang harusnya berangkat 08.35 WIB menjadi 08.41 WIB, KA 613 Ekonomi jurusan Bogor-Jakarta Kota berangkat 08.50 WIB tertunda menjadi 08.55 WIB.
Menurut Udin, gangguan teknis yang dialami kereta karena kondisinya yang sudah tua, rata-rata kereta yang mengalami gangguan tersebut sudah dipakai sejak tahun 1978.
"Namanya mesin, kalau sudah tua dan sering dipakai jadi rusak. Sampai sekarang KA yang kita gunakan usianya sudah tua semua, belum ada kereta baru," ucapnya.
Situasi di Stasiun Bogor saat ini sudah kembali normal bahkan sepi. Tapi sebelumnya, pagi hari sempat terjadi kepadatan penumpang akibat gangguan KA diperlintasan.
Salah seorang penumpang kereta di Stasiun Bogor menyebutkan keterlambatan dan gangguan kereta di Stasiun sudah biasa terjadi, sehingga ia terpaksa pasrah menerimanya.
"Sudah biasa terlambat datang, ada gangguan. Mau diapakan lagi, memang seperti ini keadaannya. Tapi, seharusnya pemerintah memperhatikan hal ini. Karena banyak sekali penumpang KA ini, kami sangat bergantung dengan transportasi kereta api," ucap Nina.
Udin menambahkan, jumlah penumpang kereta di Stasiun Bogor cukup banyak, rata-rata perhari mencapai 35.000 orang dengan rincian kereta ekonomi sebanyak 19.000 penumpang perhari, Ekonomi Ac sebanyak 8.000 orang dan Ekspres 7.000 orang.
Udin berharap, dengan jumlah penumpang yang cukup banyak ini, pemerintah harus memperhatikan sarana dan prasarana kereta api, meningkatkan layanan dengan melakukan perbaikan teknis dan menajemen perkereta apian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar