Halaman

Rabu, 08 Desember 2010

Coisas do Passado


Esboço de Susan Hayward em 2

The Most Intelligent Man on Earth - REDUX

The Most Intelligent Man on Earth - REDUX

And now in color...

Rabu, 24 November 2010

Wednesday, March 25, 2009

Non-Stop News: TVI 24 News Channel.

Presenting the world. In real time.








Wednesday, March 25, 2009

International Art Biennial of Cerveira: Call for entries.

How the the new artists could see the ancient masterpieces from Michelangelo and Botticcelli.





Death Mask

Vans Chukka Customized by Ac 2010

Vans Chukka Customized by Ac Old and New

Medal for the Retired Professors of Sintra 2009/2010

Soul Digger, my personal demon (While listening to Atrium Carceri-End Titles)

Tarjnac (between a reptile and a fly) while listening to Tuvan Internationale

Tarjnac (between a reptile and a fly) while listening to Tuvan Internationale


PENELAAHAN  MASYARAKAT PRIMITIF  DAN PEDESAAN

Memenuhi tugas makalah Ilmu Sosial Dasar oleh
Bapak Nurul Mubin, M. Si.

 







Oleh:
Tova Dani Wn
NIM: 1209028



FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
PROGAM STUDY PENDIDIKAN FISIKA
UNIVERSITAS SAINS AL-QUR’AN JAWA TENGAH
DI WONOSOBO
2010
PENELAAHAN  MASYARAKAT PERIMITIF  DAN PEDESAAN

A.     Latar Belakang Masalah

Masyarakat adalah suatu kelompok manusia yang telah memiliki tatanan kehidupan, norma-norma, adat istiadat yang sama – sama  ditaati  dalam lingkunganya.
Tatanan kehidupan, norma-norma yang meraka miliki itulah yang menjadi dasar kehidupan sosial dalam lingkungan mereka, sehinga dapat membentuk suatu kelompok manusia yang memiliki kehidupan yang khas. Dalam lingkungan itu, antara orang tua dan anak, antara ibu dan ayah, antara kakek dan cucu. Antara  kaum laki- laki dan kaum wanita, satu kehidupan yang teratur dan terpadu dalam suatu kelompok manusia, yang disebut masyarakat.
Suatu kelompok masyarakat dapat berupa suatu suku bangsa misalnya yang disebut masyarakat jakarta atau orang betawi, pada hakikatnya berakar dan bernenek moyang dari berbagai suku. Salah satu diantaranya adalah suku sunda, jawa barat. Erat kaitannya dengan itu tatanan kehidupan, normal dan adat istiadat yang membeli warna kepribadian betawi, salah satu diantaranya berakar dan berasal dari kebudayaan dan kerpribadian suku sunda dan jawa barat.

B.      Rumusan masalah

1.      Bagaimana hakikat masyarakat primitif ?
2.      Bagaimana hakikat masyarakat pedesaan?

C.      Pembahasaan

1.      Hakikat Masyarakat Perimitif
a.      Pengaruh Masyarakat Primitif
Pada umumnya masyarakat primitif terletak didaerah pinggiran, jauh dari pusat perkotaan dan masih terpencil, masyarakat primitif dalam kehidupan masyarakatnya masih sangat bergantung kepada alam sekitarnya. Ketergantungan itu misalnya dalam hal bercocok tanam, cara pemeliharaan kesehatan, pengobatan dan memasak makanan. Pada masyarakat primitif seperti ini penduduk cenderung tertutup atau kurang komunkasi dengan daerah lain. Dengan demikian sistem perubahan dan pengangkutan tidak berkembang.
Masyarakat primitif biasanya masih terikat oleh kebiasaan. Kebiasaan adat, hanya mempunyai lambang-lambang yang masih sederhana, tingkat pendidikan masyarakatnya rendah, kegiatan penduduknya dipengaruhi keadaan alam, sebagian besar penduduk hidup bertani dan kegiatan ekonomi masyarakat ditunjukan untuk memenuhi kebutuhan sendiri dan kebutuhan sehari-hari.
Dalam lingkungan masyarakat sederhana (primitif) pola pembagian kerja cenderung dibedakan menurut jenis kelamin. Pembagian kerja dalam bentuk lain tidak terungkap dengan jelas, sejalan dengan pola kehidupan dan pola perekonomian masyarakat primitif tidak atau belum sedemikian rumit seperti pada masyarakat maju.
Pembagaian kerja berdasarkan Janis kelamin, nampaknya berpangkal tolak dari latar belakang adanya kelemahan dan kemampuan fisik antara seorang wanita dan pria dalam menghadapi tantangan-tantangan alam yang buas pada masa itu. Berburu atau menangkap ikan dilaut misalnya, merupakan pekerjaan berat yang menuntut keberaniaan, keterampilan serta kemampuan adanya tahan fisik yang kuat oleh karena itu, kedua bidang pekerjaan ini tercatat sebagai monopoli pekerjaan kaum lelaki, disamping pekerjaan-pekerjaan ini tercatat sebagai monopoli pekerjaan kaum lelaki, disamping pekerjaan-pekerjaan lain, misalnya menebang pohon, mempersiapkan serta membersihkan lahan pertanian untuk peladang, dan memelihara ternak besar. Mengurus rumah tangga, menyusui dan mengasuh anak-anak, merajut, membuat pakaian, dan bercocok tanaman adalah pekerjaan orang perempuan. Maka kaum wanita tidak saja mengurus anak-anak tetapi juga membuat barang-barang anyaman seperti keranjang, dan mengumpulkan sayur, buah-buahan, dan binatang-binatang kerang1.
Pada saat mengolah tanah pertanian, ladang, atau kebun dikerjakan bersama-sama, tetapi pekerjaan yang berat-berat seperti: membuka lahan, menyingkirkan pohon-pohon yang tumbang, dikerjakan oleh orang laki-laki. Kaum wanita mengerjakan yang ringan-ringan, misalnya menyebar benih, menyiangi rumput2. Karena dirasakan perlu menambahkan tenaga kerja, ada kalanya pada masyarakat primitif, seorang istri meminta kepada suaminya supanya mengambil seorang istri lain untuk meringankan pekerjaan rumah tangganya3.
Pada suku Nahe, jika seorang laki-laki mempunyai lebih banyak istri, dia terhindar dari pekerjaan pertanian yang sangat berat. Jelas bahwa antara suami dengan sang istri, dan antara sesama istri, terjadi pembagian kerja dengan kesepakatan yang dapat diterima satu sama lain.

b.      Masyarakat Pedesaan
Kurang lebih 81,2 % dari wilayah Indonesia bertempat tinggal didesa, partisipasi masyarakat pedesaan amat diperlukan bagi hasilnya pembangunan dan sekaligus akan dapat meningkatkan penghidupan masyarakat dipedesaan.
Sebenarnya desa itu adalah suatu hasil penduduk antara kegiatan sekelompok manusia dengan lingkungannya. Hasil dari perpaduan itu ialah suatu wujud atau kenampakan dimuka bumi yang ditimbulkan oleh unsur-unsur fiografi, sosial, ekonomi, politik, dan cultural yang saling berinteraksi antara unsur tersebut dan juga dalam hubungannya dengan daerah lain.
Mendasarkan diri pada tingkat pendidikan dan tingkat teknologi penduduknya masih tergolong belum berkembang, maka kenampakannya adalah sebagai wilayah yang tidak luas, dengan corak kehidupannya yang sistemnya agraris dengan kehidupan yang sederhana. Jumlah penduduknya tidak besar dan letak wilayahnya ini relatif jauh dari perkotaan. Wilayah ini pada umumnya terdiri dari permukiman penduduk, pekarangan dan persawahan, jaringan jalan belum begitu padat dan sarana transportasi sangat langka.
Dewasa ini terdapat paling sedikit 63.058 buah desa yang tersebar pada 3.329 kecamatan, 295 kabupaten/kota, madya didalam 29 provinsi diseluruh nusantara Indonesia.
Tidak saja desa-desa itu merupakan tempat tinggal dan usaha bagian-bagian terbesar rakyat Indonesia, tetapi kebhinarakaan yang menyangkut kondisi lingkungan serta cara pencaharian nafkah memerlukan perhatian dan pengerjaan sesama.
Kurang lebih 65 % penduduk Indonesia pada umumya berfungsi sebagai agraris. Keadaan ini dan dimungkinkan karena kesuburan tanah dan iklim yang mendukung berkembangnya tanaman pertanian.
Daerah menyediakan kemungkinan hidup, penduduk menggunakan kemungkinan yang disediakan oleh daerah itu guna mempertahankan hidup. Tata kehidupan dalam artian yang baik memberikan jaminan akan ketentraman dan keserasian hidup bersama di desa.
Unsur desa yaitu, unsur letak. Letak suatu desa pada umumnya selalu jauh dari kota atau pusat-pusat keramaian. Peninjauan ke desa-desa atau perjalanan ke desa sama artinya dengan menjauhi kehidupan di kota dan lebih mendekati daerah-daerah yang mononton dan sunyi. Desa-desa yang letaknya pada perbatasan kota mempunyai kemungkinan berkembangnya lebih banyak dari pada desa-desa dipedalaman.
Desa yang terletak jauh dari perbatasan kota mempunyai tanah-tanah pertanian yang luas. Ini disebabkan kareana penggunaan tanahnya lebih banyak dititikberatkan pada tanaman pokok dan beberapa tanaman perdagangan daripada untuk gedung-gedung atau perumahan.
Kadang-kadang dibeberapa desa terdapat tenaga-tenaga yang berlebihan dibidang pertanian, sehingga timbul apa yang disebut dengan istilah pengangguran tak ketara. Dalam hal ini perlu diperhatikan penyaluran-penyaluran yang sebaik-baiknya misalnya dengan lebih meningkatkan dan menyebarkan migrasi yang efisien.
Corak kehidupan didesa didasarkan pada ikatan kekeluargaan yang erat. Masyarakat merupakan suatu “gemain schaft” yang memiliki unsur gotong royong yang kuat.
Desa berfungsi sebagai suatu daerah pemberi bahan makanan pokok seperti padi, jagung, ketela, disamping bahan makanan lain seperti kacang, kedelai, buah-buahan, dan bahan makanan lain berasal dari hewan.
Beberapa desa di jawa sudah pula menunjukan perkembangan-perkembangan yang baru yaitu dengan timbulnya industri-industri kecil didaerah pedesaan.
Hubungan sosial pada masyarakat desa trejadi secara kekeluargaan dan jauh menyangkut masalah-masalah pribadi. Segala kehidupan sehari-hari di warnai dengan gotong-royong. Tetapi masyarakat desa dipihak lain pengendalian sosialnya terasa sangat ketat, sehingga perkembangan jiwa individu sulit untuk dilaksanakan. Keadaan demikian berjalan terus-menerus sulit untuk mengadakan perubahan jalan pikiran yang kolot, tidak ekonomis yang sudah menjadi tradisi juga sulit untuk diubah. Sehingga bilamana seorang anggota masyarakat desa yang bersangkutan tidak melaksanakan sesuatu yang sudah menjadi tradisi desa tersebut dinyatakan salah dan dikucilkan.
Kehidupan keagamaan (magis religious) berlangsung sangat kuat dan serius. Semua kehidupan dan tingkah laku dijiwai olh agama, hal ini disebabkan cara berfikir masyarakat desa yang kurang rasional, misalnya: suku bangsa tengger, suku bangsa jawa dan bali. Pada masyarakat desa (jawa), sering dilakukan upacara-upacara keagamaan untuk minta hujan, minta rejeki, minta selamat dan sebagainya. Pada masa-masa tertentu tidak lepas dari upacara-upacara keagamaan pula, misalnya: pada waktu mendirikan rumah, melahirkan anak, memetik panen, mengawinkan anaknya dan sebagainya. Semua dilakukan dengan mengadakan sesaji tertentu, sehingga apa yang mereka maksud dapat tercapai. Perhatian pada kesehatan, kebersihan lingkungan kurang maupun perhitungan ekonomis kurang, asalkan pandangan menurut agama dan adat positif, cara demikian yang dipilihnya.
Perkembangan teknologi pada masyarakat desa terjadi sangat lamban, semua berjalan sangat tradisional. Barang-barang hasil produksinya adalah barang pertanian maupun barang kerajinan, yang semuanya tersebut dikerjakan secara tradisional. Hasil teknologi modern yang masuk kedaerah/pedesaan hanyalah barang-barang konsumsi (tv, Radio, Tape, Recorder, dan ilmu lain sebagainya) sedang barang-barang modal atau barang antara (mesin, dan lain), belum dapat dimanfaatkan dengan baik. Hal ini mengingatkan situasi dan kondisi-kondisi daerah pedesaan di Indonesia ini belum mengijinkan.

Dari uraian diatas, maka secara singkat ciri-ciri masyarakat pedesaan di Indonesia pada umumnya dapat disimpulkan sebagai berikut:

1.      Homogenitas Sosial
Bahwa masyarakat desa pada umumnya terdiri dari satu atau beberapa kekerabatan saja, sehingga pola hidup tingkah laku maupun kebudayaan sama/homogen. Oleh karena itu hidup didesa biasanya terasa tentram aman dan tenang. Hal ini disebabkan oleh pola pikiran, pola penyikap dan pola pandangan yang sama dari seperti warganya dalam menghadapi suatu masalah. Kebersamaan, kesederhanaan, keserasian, dan kemanunggalan selalu menjiwai setiap warga masyarakat didesa tersebut.

2.      Hubungan Primer
Pada masyarakat desa hubungan kekeluargaan dilakukan secara akrab, semua kegiatan dilakukan secara musyawarah. Mulai masalah-masalah umum/masalah bersama sampai masalah pribadi. Anggota masyarakat satu dengan yang lain saling mengenal secara intim. Pada masyarakat desa masalah kebersamaan dan gotong royong diutamakan, walaupun secara material mungkin sangat kurang atau tidak mengjinkan.

3.      Control Sosial Yang Ketat
Diatas dikemukakan bahwa hubungan pada masyarakat pedesaan sangat intim dan diutamakan, sehingga setiap anggota masyarakat saling mengetahui masalah yang dihadapi anggota yang lain. Bahkan ikut mengurus terlalu jauh masalah dan kepentingan dari anggota masyarakat yang lain. Kerukunan dari salah satu anggota masyarakat, adalah merupakan kewajiban anggota yang lain untuk menyoroti dan membenahinya.

4.      Gotong Royong
Nilai-nilai gotong royong pada masyarakat pedesaan tumbuh dengan subur dan membudaya. Semua masalah kehidupan dilaksanakan secara gotong royong, baik dalam arti gotong royong murni maupun gotong royong timbal balik. Gotong royong murni dan sukarela misalnya: melayat, mendirikan rumah dan sebagainya. Sedangkan gotong royong timbal balik misalnya: mengerjakan sawah, menyumbang dalam hajat tertentu dan sebagainya.

5.      Ikatan Sosial
Setiap anggota masyarakat desa diikat dengan nilai-nilai adat dan kebudayaan secara ketat. Bagi anggota yang tidak memenuhi norma dan kaidah yang sudah disepakati, akan dihukum dan dikeluarkan dari ikatan sosial dengan cara mengucilkan atau memencilkan. Oleh karena itu setiap anggota patuh dengan melaksanakan peraturan yang ditentukan. Lebih-lebih bagi anggota yang baru datang, ia akan diakui menjadi anggota masyarakat tersebut (ikatan sosial tersebut).

6.      Magis Religius
Kepercayaan kepada Tuhan Y.M.E bagi masyrakat desa sangat mendalam. Bahkan setiap kegiatan kehidupan sehari-hari dijiwai bahkan diarahkan kepadanya. Sering kita jumpai orang jawa mengadakan selamatan-selamatan untuk meminta rejeki, minta pelindung, minta diampuni dan sebagainya.

7.      Pola Kehidupan
Masyarakat desa bermata pencaharian dibidang agraris, baik pertanian, perkebunan, perikanan, dan pertenakan. Pada umunya setiap anggota hanya maupun melaksanakan salah satu bidang kehidupan saja. Misalnya para petani, bahwa pertanian merupakan satu-satunya pekerjaan yang harus ia tekuni denga baik. Bilamana bidang pertanian tersebut kegiatannya kosong, maka ia harus menunggu sampai ada lagi kegiatan dibidang pertanian. Disamping itu dalam mengolah pertanian semata-mata tetap atau tidak ada perubahan atau kemajuan. Hal ini disebabkan pengetahuan dan keterampilan petani yang masih kurang memadahi. Oleh karena itu masyarakat desa sering dikatakan masyrakat yang statis dan monoton.







DAFTAR PUSTAKA
Arifin Noor, Muhammad 1997. Ilmu Sosial Dasar
                        Untuk IAIN semua Fakultas Dan Jurusan
                        Komponen MKU. Bandung : Pustaka Setia.
Hartomo dan Arnicum Aziz. 1990. Ilmu Sosial
                        Dasar. Jakarta : Bumy Aksara.
Soelaeman, Munandar. 1993. Ilmu Sosial Dasar
                        Teory Dan Konsep Ilmu Sosial. Bandung : PT Ersco.





Rabu, 10 November 2010

Hayo siapa pengunjung blog slamet ini yang menggunakan OS Windows XP tapi bajakan,gak genuine?Nah semoga setelah membaca cara menjadikan windows XP jadi genuine,tidak ada lagi yang berkunjung kesini yang menggunakan XP yang tidak original a.k.a Asli hehehe.Ternyata eh ternyata pada tanggal 27 April Kemarin,IDM melakukan perbaruan Versinya lagi,pikirku setelah adanya IDM 5.18 Build 8,kedepan akan menjadi versi 5.18 build 9 atau 10,ternyata langsung menjadi Versi 5.19 Build 1,Yup sekarang sudah ada versi ini,jadi bagi anda yang masih menggunakan program Internet Download Manager 5.18,ada baiknya mencicipi rasanya versi yang terbaru ini,tentunya full version dan free alias gratis hehehe.

IDM Terbaru - Internet Download Manager 5.19 Full Free DownloadKenapa kok IDM aja yang dibahas,ya karena bagi saya cuma Software inilah yang recommended untuk mempercepat dalam mendownload file baik bentuk program,lagu lagu MP3 di 4Shared,Maupun video video di Youtube,dan mendownload yang lainnya,Lahh emangnya video youtube masih bisa didownload?kata siapa video youtube udah gak bisa di download hehehe,sampai sekarangpun masih bisa kita donlot videonya,yang mana kalau saya sendiri cuma pakai IDM saja untuk mendownloadnya.Untuk Postingan tentang IDM kali ini saya gak begitu panjang lebar,bagaimana cara mendownload dengan IDM,cara integrasi ke Browsernya gimana,saya hanya ingin memberikan info saja bahwa sekarang Sudah Internet Download Manager 5.19 Build 1 yang bisa anda Download secara gratis dan full version,silahkan lihat Link Downloadnya pada postingan saya terdahulu tentang Internet Download Manager Full Version maupun pada postingan saya tentang Cara Mudah download video youtube,karena link download yang lama sudah saya hapus.Dan bagi yang masih kebingungan juga menggunakan Software yang satu ini,silahkan tanyakan saja.

Apa saja fitur fitur IDM yang terbaru ini,selain bisa mempercepat download,fitur lainnya adalah pembenahan pada securitynya,selain itu juga penambahan fitur pada waktu kita memblok link maupun tulisan yang ada pada website/blog,sebagai contoh waktu saya blok link download program Real Player,maka akan otomatis muncul "Download with IDM"nya,seperti gambar dibawah ini.
Fitur IDM Terbaru
Benar apa yang dikatakan oleh sobat Devilz enemic,bahwasanya pada tanggal 29 April kemarin situs resmi IDM,mengadakan update build lagi,ada bugs software yang diperbaiki,jadi sekarang ini IDM yang terbaru adalah IDM 5.19 Build 2,dan patch yang saya berikan masih bekerja untuk menjadikannya full version.Selain pada postingan sebelumnya,anda juga bisa mendownload IDM terbaru ini Disini.Lengkap Installer dengan Cracknya,serta petunjuka cara menggunakannya,selain itu juga saya lengkapi dengan Youtube Download HD Portable,jadi anda bisa langsung gunakan tanpa perlu menginstal Downloader tersebut,saya lengkapi juga dengan gambar gambar seputar IDM plus bonus hasil downloader hehehe.

Update IDM Terbaru,sekarang sudah ada IDM 5.19 Build 4 Full Version.Dan untuk Versi beta yang terbaru sekarang ini adalah versi 6.03 Beta Build 3 yang mana link Downloadnya bisa anda lihat di page Link Download Software.

Selasa, 19 Oktober 2010

Istana Pun Dibalut Kawat Berduri

Istana Pun Dibalut Kawat Berduri
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) genap berusia setahun, Rabu (20/10). Untuk memperingatinya, ribuan orang turun ke jalan berunjuk rasa menyatakan ketidakpuasan atas kinerja kabinet setahun terakhir.
Unjuk rasa rencananya akan digelar di sejumlah obyek vital, seperti Gedung MPR/DPR/DPD, Bundaran Hotel Indonesia, Lapangan Monas, Istana Negara, dan Istana Bogor. Polda Metro Jaya mengklaim akan ada sekitar tiga ribuan orang pendemo.
Di sejumlah bakal lokasi demonstrasi yang dipantau Republika, Rabu pagi, aparat keamanan sudah siaga sejak pagi hari. Tidak hanya polisi yang diturunkan, tapi juga Satpol PP dan TNI.
Istana Negara misalnya, yang menjadi pusat konsentrasi unjuk rasa, sudah dibalut kawat berduri setinggi nyaris dua meter. Kawat berduri dibentangkan sejak kelokan kompleks Mahkamah Agung hingga Markas Pasukan Pengaman Presiden. Di seberangnya, puluhan polisi dengan pakaian lengkap tampak berjaga-jaga.
Kondisi serupa juga terlihat di Istana Wakil Presiden di Medan Merdeka Selatan. Kawat berduri sudah membalut bagian depan kompleks Istana Wapres. Di seberangnya, polisi membentangkan garis polisi warna kuning ke sejumlah pohon.
Sementara lalu lintas di sekitar Istana tampak ramai lancar. Namun kelancaran ini diperkirakan tak berlangsung lama, karena massa aksi berduyun-duyun membanjiri lokasi jelang siang.

SBY Kembali ke Laptop

October - 6 - 2010
sby-kembali-ke-laptop
Alexander Wibisono
Kapolri Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri tergesa-gesa meninggalkan Kantor Presiden. “Ada acara penting di Mabes Polri”, begitu kira-kira ucapan Kapolri kepada Kepala BIN Sutanto. Setelah bersalaman dengan seniornya itu, Kapolri langsung bergegas pergi.
Sejumlah peserta sidang kabinet tentu heran, namun juga mahfum. Sebelum pamit, Kapolri memang dipanggil Presiden SBY. Seorang sumber di lingkungan istana berkata, keduanya terlibat pembicaraan serius tentang calon Kapolri. Presiden SBY gamang dengan dua nama calon yang diusulkan Kapolri. Mengapa?
Dua nama calon yang ramai dibicarakan adalah Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri Komisaris Jenderal (Pol) Nanan Sukarna, dan Kepala Lembaga Pendidikan Polisi (Kalemdikpol) Komisaris Jenderal (Pol) Imam Soedjarwo.
Menkopolhukam Djoko Suyanto mengelak, dua nama itu hanyalah rekaan media massa. Alasannya, Kantor Kepresidenan, dirinya, Polri, atau pun Kompolnas, tidak pernah mengumumkan secara resmi.
Menurut saya, Pak Menteri lupa. Juru bicara Kepresidenan, Julian Aldrin Pasha pernah mengonfirmasi kebenaran dua nama itu kepada wartawan istana. Artinya, publisitas dua nama itu bukanlah rekaan atau tanpa dasar.
SBY tidak memilih Komisaris Jenderal (Pol) Nanan Sukarna, karena dianggap terlalu berambisi. Tambah lagi, Nanan atau tim suksesnya telah melakukan safari ke sejumlah partai politik. Nanan bahkan disebut-sebut pernah bertemu dengan Ketua Umum Golkar, Aburizal Bakrie.
Meski tidak menyebut nama, sinyalemen adanya safari politik calon Kapolri dikuatkan tulisan Anas Urbaningrum di akun Twitternya, 27 September lalu. “Pimpinan partai tidak usah panggil para calon untuk seakan-akan punya saham. Calon Kapolri tidak perlu safari politik untuk minta dukungan,” tulis Ketua Umum DPP Partai Demokrat itu.
Lain lagi soal Imam. Presiden SBY tidak sreg karena tudingan nepotisme. Kabar yang beredar menyatakan bahwa Imam Soedjarwo adalah kakak ipar Mayor Jenderal Pramono Edhie Wibowo, Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad), adik Nyonya Ani Yudhoyono. Kabar lain menyatakan Imam berbesanan dengan Aulia Pohan, besan Yudhoyono.
Masih soal kekerabatan ini, kabarnya SBY juga gamang karena Imam kerap dikaitkan dengan iparnya, Mayor Jenderal Pramono Edhie Wibowo.
Edhie yang baru saja diangkat menjadi Pangkostrad, santer dikabarkan, akan menggantikan KSAD Jenderal TNI George Toisutta, yang akan pensiun Juni tahun depan.
Berdasarkan kelaziman di Mabes TNI AD, Pangkostrad adalah perwira paling senior yang hampir dipastikan akan menjabat KSAD. Setelah menjadi pucuk pimpinan TNI AD, putra almarhum Letjen TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo, akan diplot menjadi Panglima TNI mendatang.
Imam dan Edhie tentu dekat, lantaran mereka teman satu angkatan yakni angkatan 1980. Dalam konteks ini, Imam tentu akan menjadi beban politik, bila SBY benar-benar ingin menjalankan skenario bagi adik iparnya itu.
Informasi lain menyebut, bertele-telenya pencalonan Kapolri karena adanya perbedaan pandangan antara SBY dengan mayoritas partai di parlemen, termasuk di Setgab. Sedari awal SBY dengan didukung Demokrat lebih memilih Imam Sudjarwo. Namun, SBY tak ingin dipermalukan jika calon kuatnya, Imam Sudjarwo, ditolak Dewan Perwakilan Rakyat yang mayoritas mendukung Nanan.
Bagaimana dengan Ito?
Di tengah kebuntuan itu, pada hari minggu lalu, nama Kabareskrim Komjen (Pol) Ito Sumardi muncul ke permukaan. Setidaknya, nama ini muncul karena media terprovokasi akun twitter yang ditulis sejumlah anggota DPR.
Dalam akun twitter-nya, Wakil Ketua DPR Pramono Anung menulis, “Dari siang banyak ditanya tentang calon Kapolri yang akan diserahkan. Kalau benar nama tersebut, bisa mengejutkan publik”. Masih dalam akun twitternya, Pramono kembali menulis “Kapolri-nya, pernah menjadi kapolwil di Surabaya”. Yang dilanjutkan, “Kapolda dua kali di Sumatera, dan sudah, menunggu besok saja”.
Spekulasi lantas merujuk pada sosok Komisaris Jenderal (Pol) Ito Sumardi. Saat ini, Ito adalah Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri. Pada 2001-2003, dia pernah menjabat kapolwil di Surabaya. Dia juga pernah dua kali menjadi kapolda di Sumatera. Pada 2005-2006 ia menjadi Kapolda Riau, dan 2006-2008 menjadi Kapolda Sumatera Selatan.
Saya sendiri sangsi, saat mendengar nama Ito Sumadi masuk bursa. Alasannya, berdasarkan UU 2/2002 tentang Polri, kandidat kapolri paling tidak punya masa dinas aktif dua tahun ke depan. Usia pensiun anggota kepolisian adalah 58 tahun, dan dapat diperpanjang hingga 60 tahun jika memiliki keahlian khusus atau sangat dibutuhkan dalam tugas kepolisian.
Usia Kabareskrim Mabes Polri ini, tidak lagi muda. Ito Sumardi lahir 17 Juni 1953, dan berarti akan pensiun tahun depan. Jauh lebih mudah memperpanjang masa jabatan Kapolri Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri, ketimbang Ito. Karena, tidak harus merevisi UU kepolisian itu, sesuatu yang tentu dihindari SBY.
Secara kewilayahan, Ito juga belum teruji memimpin Kapolda kelas A. Nama Ito juga tersangkut, dugaan kasus korupsi pembalakan liar, saat menjabat sebagai Kapolda Riau.
Angin Bertiup ke Timur
Dalam hitungan jam, Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Timur Pradopo dimutasi dan mendapat kenaikan pangkat menjadi Komisaris Jenderal. Dia menjabat Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam) Mabes Polri. Pemutasian Timur memunculkan dugaan baru, dia akan menjadi “kuda hitam” yang akhirnya dipilih Presiden SBY.
Ini bukan tanpa sebab. Selama ini berdasarkan tradisi, Kapolri dipilih dari perwira bintang tiga. Dua nama sudah diajukan, tetapi SBY belum juga memilih. Tak salah, bila premisnya lantas berbunyi, “jika ada bintang dua yang dinaikan pangkatnya dalam waktu dekat, dialah Kapolrinya”.
Penundaan sertijab Kabarharkam, Komisaris Jenderal (Pol) Imam Hariyatna, seakan mengisyaratkan Polri telah menyiapkan sekoci penyelamat, bila Presiden tidak sepaham. Imam Hariyatna seharusnya sudah resmi pensiun, April lalu.
Sumber di lingkungan istana menyebut, saat Presiden SBY minta calon lain, Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri bersikukuh supaya calon tetap diambil, dari sejumlah nama yang sudah diverifikasi Polri, maupun Kompolnas.
Selain menghindari ekses negatif, Pemerintah bisa berkilah prosesnya berjalan sesuai prosedur, dan tidak melanggar UU Kepolisian.
Timur Masuk Tiga Besar
Juli lalu, Kompolnas memverifikasi delapan nama calon Kapolri. Sumber di Kompolnas menyebut, delapan nama itu adalah Wakapolri Jusuf Manggabarani (Akpol 75), Kabareskrim Ito Sumardi (Akpol 77), Kabaharkam Iman Haryatna (Akpol 75), Irwasum Nanan Soekarna (Akpol 78), Kepala BNN Gorries Mere (Akpol 77), mantan Kabareskrim Susno Duadji (Akpol 77), Kalemdikpol Imam Soedjarwo (Akpol 1980) dan Kapolda Metro Jaya Timur Pradopo (Akpol 1978).
Timur menjadi satu-satunya perwira bintang dua yang ikut diseleksi. Masih menurut sumber itu, Timur dicalonkan karena memiliki figur yang kuat.
Alasan ini membuat saya teringat nota dinas untuk Kepala Badan Intelijen Keamanan bertanggal 8 Oktober 2009, yang sempat beredar di kalangan wartawan.
Dalam Nota Dinas bernomor polisi R/ND-545/X/2009/Dit D, terdapat lima nama yang diurut sesuai penilaian terbaik dalam laporan tanggal 11 September 2009. Mereka adalah Komjen Pol Susno Duadji,  Irjen Pol Imam Soedjarwo, Irjen Pol Timur Pradopo, Irjen Pol Oegroseno, dan Irjen Pol Nanan Sukarna.
Laporan nota dinas kepada Kabaintelkam Polri tersebut merupakan tindaklanjut dari Surat Perintah Kabaintelkam Polri untuk melaksanakan penyelidikan terhadap kompetensi di wilayah Banten, DKI Jakarta, Jabar, Sulteng, Babel, Kalbar, Sumut. Dokumen ini ditandatangani, Direktur D. Brigjen Hertian A. Yunus dan Wakabaintelkam Brigjen Pol Pratiknyo.
Timur dinilai, sangat disegani kawan maupun anak buahnya. Pria kelahiran Jombang, Jawa Timur itu kuat dalam hal kompetensi untuk menegakkan keamanan dan ketertiban umum, handal dalam analisis sospol, punya jaringan, dan punya hubungan cukup baik di elemen-elemen masyarakat. Timur pun dinilai cukup mengakomodasi berbagai kepentingan dalam menyelesaikan masalah. Ia juga disebut polisi demokratik.
Di antara angkatan 1978, Timur disebut memiliki figur big boy. Dia dekat dengan teman angkatannya, low profile, dan lebih banyak mendengar. Timur lantas didaulat menjadi kordinator angkatannya.
Sumber di Kompolnas menyebut, dari delapan nama yang disaring, ada tiga nama yang menjadi prioritas atau kandidat utama. Mereka adalah Nanan Sukarna, Imam Soedjarwo, dan Timur Pradopo.
Di perwira bintang tiga sendiri ada empat nama yang lolos verifikasi, sesuai undang-undang Kepolisian. Selain Nanan dan Imam, masih ada Susno Duaji dan Gorries Mere.
Malangnya, Susno kini terjerat kasus suap. Sementara, Komjen Gregorius Mere alias Gorries Mere, memiliki resistensi tinggi di internal maupun diluar institusi Polri. Salah satu kontroversi Gorries adalah mengopi dengan Ali Imran, terpidana teroris di Starbucks, dan bergesekan dengan BIN, saat menjadi Wakabareskrim, yang menudingnya tertutup dalam memberantas terorisme.
Sejarah Mencatat
Sebagai calon prioritas, Nanan, Imam Soedjarwo, dan Timur Pradopo juga telah menjalani verifikasi rekening, yang dilakukan Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK). Belakangan, nama Timur memang meredup. Tapi siapa menduga, bintang Timur bersinar lagi.
SBY sendiri tidak asing dengan Timur, lantaran pernah tugas bersama di Bosnia sebagai pengamat militer PBB. Ketika itu, SBY menjadi komandannya. Saat menjadi menteri era Gus Dur, Timur merupakan ajudan Presiden Indonesia keempat itu. Pertemuan antara keduanya pun kerap terjadi.
Saat menggelar konggres II Partai Demokrat di Kabupaten Bandung Barat, SBY juga merasa puas dengan pengamanan yang dilakukan Timur beserta jajarannya. Timur, saat itu menjabat sebagai Kapolda Jawa Barat.
Terkait Timur, SBY dipastikan mendengar masukan dari iparnya Mayjen Pramono Edhi Wibowo, yang menjabat Pangdam III Siliwangi, kolega Timur saat menggawangi Jawa Barat. Nama lain, yang disebut-sebut dimintai pendapat oleh Presiden, adalah Wakil Kapolda Metro Jaya saat ini, Brigjen (Pol) Putut Eko Bayu Seno, yang adalah mantan ajudan SBY.
Akhirnya, Presiden pun setuju. Jadilah, Kapolri dan jajarannya menyiapkan proses kenaikan pangkat dan sertijab. Dalam satu hari, pangkat Timur Pradopo naik dari Inspektur Jenderal menjadi Komisaris Jenderal. Di hari itu juga, pemberian pangkat dan sertijab dilakukan.
Hal ini baru pertama kali terjadi. Ada seorang yang naik pangkat langsung sertijab, dan mendapatkan tambahan pangkatnya di waktu yang sama.
Timur akan Mulus
Kini, Timur Pradopo tinggal menghitung hari untuk mengikuti uji kelayakan di DPR. Kemarin, pengusulannya sebagai calon Kapolri sudah diumumkan dalam sidang paripurna DPR.
Sebagaimana diberitakan, Timur Pradopo dibayangi sejumlah kasus. Salah satunya adalah, kasus tewasnya 4 mahasiswa Universitas Trisakti pada aksi unjuk rasa tahun 1998 silam. Saat itu, Timur menjabat Kapolres Jakarta Barat yang bertugas mengamankan wilayah hukumnya.
Dalam peristiwa itu, aparat polisi diduga turut membubarkan massa unjuk rasa, menembakkan peluru, dan melakukan penganiayaan terhadap mahasiswa pengunjuk rasa. Timur pernah dimintai keterangan oleh Komnas HAM soal kasus tragedi Semanggi dan Trisakti 1998. Namun, ia tidak datang.
Yang terbaru, adalah kasus perkelahian di jalan Ampera, Jakarta Selatan. Polisi dituding lambat dan intelijen tidak bekerja baik. Hingga kini, pengusutan kasusnya masih berjalan.
Menurut saya, sejumlah kasus ini tidak akan menghambat lajunya Timur menjadi Kapolri. Janji DPR untuk mengkritik soal “cacat karir” Timur, boleh jadi pepesan kosong. Apalagi jika bukan karena, dukungan partai-partai yang tergabung dalam setgab koalisi, yang memiliki jumlah mayoritas.
Dukungan serupa juga ditunjukkan partai oposisi. Pagi-pagi benar, Trimedya Panjaitan telah memuji langkah Presiden SBY memilih Timur sebagai langkah cerdas, untuk menyelamatkan institusi Polri dari perpecahan.
Sikap Wakil Ketua DPR dari Fraksi PDI-P, Pramono Anung setali tiga uang. Pramono bahkan mengingatkan, persoalan suksesi kepemimpinan Polri jangan dipolitisasi. Baik dari aspek pemilihan Timur oleh Presiden, maupun rekam jejaknya selama mengabdi di korps baju coklat itu.
Koordinator Komisi Untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (Kontras) Usman Hamid sepertinya juga pasang badan untuk Timur. Usman meminta, agar kasus Trisakti yang terjadi pada 1998 tidak “fair” bila dibebankan tanggung jawabnya pada Komjen Pol Timur Pradopo.
Usman beralasan, saat kerusuhan itu terjadi komando keamanan ada di tangan militer dan kebijakan untuk melarang mahasiswa ke luar kampus ada di pucuk pimpinan ABRI, yaitu Panglima. Bahkan menurut Usman, dirinya dan sejumlah aktivis mahasiswa dibantu Timur, yang saat itu menjabat Kapolres Jakarta Barat menembus barikade aparat militer dengan mobil hartopnya.
Berdasarkan sejumlah alasan ini, saya berani menduga uji kelayakan terhadap Komisaris Jenderal (Pol) Timur Pradopo, akan berlangsung mulus. Betul apa tidak, kita tunggu saja.

Bahaya Kecanduan Pornografi pada Pria

Situs porno
VIVAnews – Selama ini sebagian pria menganggap kebiasaan menonton film porno merupakan hal wajar. Bahkan, tidak sedikit juga pria yang menganggap dengan menyaksikan film ini akan makin menambah referensi gaya bercinta.
Tapi, tunggu dulu. Menurut sebuah survei, pria yang kecanduan menonton adegan film porno bisa memunculkan dampak negatif, khususnya kepada pasangan, seperti dikutip dari Timesofindia.
Dampak yang muncul, antara lain, sebagian pria bisa memonopoli hubungan seksual. Pria bisa menganggap pasangannya pasti siap memenuhi semua keinginannya bercinta, seperti yang sering dia tonton dalam film porno. Pria yang sudah kecanduan menonton film erotis atau mengakses situs porno bisa menjadi kesal dan marah meledak-ledak ketika pasangan menolak untuk berperilaku layaknya bintang porno favoritnya.
Dampak negatif lainnya, pria yang ketagihan menonton film porno, dapat merasa sangat kecewa dengan kemampuannya seksual mereka sendiri. Mereka cenderung membandingkan performa seksualnya dengan aktor film porno yang punya kemampuan bercintanya hebat.
Tipe pria ini bisa merasa sangat tidak percaya diri saat bercinta dengan pasangan. Mereka bisa merasa seperti pecundang seksual dan selalu khawatir bila tidak mampu memuaskan pasangan.
Sebagian pria menganggap wanita selalu siap bercinta. Dalam film porno wanita sering menjadi objek dan bisa bercinta kapan saja. Hal itu bisa membuat pria yang kecanduan pornografi beranggapan, wanita bisa siap kapan saja untuk diajak bercinta. Padahal kenyataannya, wanita sangat dipengaruhi mood dan perasaan saat ingin bercinta. (pet)
Baca juga: Bukan Kondom Biasa
- Rasakan Sensasi Fantasi Bercinta

Senin, 18 Oktober 2010

PROGRAM
BEASISWA BIDIK MISI
BEASISWA PENDIDIKAN BAGI CALON MAHASISWA BERPRESTASI DARI KELUARGA KURANG
MAMPU
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI
DIREKTORAT KELEMBAGAAN
TAHUN 2010
KATA PENGANTAR
Tiap-tiap warga Negara berhak mendapatkan pengajaran. Hak setiap warga Negara
tersebut telah dicantumkan dalam Pasal 31 (1) Undang-Undang Dasar 1945. Berdasarkan pasal
tersebut, maka Pemerintah dan pemerintah daerah wajib memberikan layanan dan kemudahan,
serta menjamin terselenggaranya pendidikan yang bermutu bagi setiap warga negara tanpa
diskriminasi, dan masyarakat berkewajiban memberikan dukungan sumber daya dalam
penyelenggaraan pendidikan. Untuk menyelenggarakan pendidikan yang bermutu diperlukan
biaya yang cukup besar. Oleh karena itu bagi setiap peserta didik pada setiap satuan pendidikan
berhak mendapatkan biaya pendidikan bagi mereka yang orang tuanya kurang mampu
membiayai pendidikannya, dan berhak mendapatkan beasiswa bagi mereka yang berprestasi.
Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan
Nasional pada tahun 2010 meluncurkan program Beasiswa Bidik Misi untuk memberikan
beasiswa dan biaya pendidikan kepada 20.000 mahasiswa dan atau calon mahasiswa dari
keluarga yang secara ekonomi kurang mampu dan berprestasi, baik di bidang
akademik/kurikuler, ko-kurikuler maupun ekstrakurikuler.
Program ini sangat penting untuk memutus mata rantai kemiskinan dengan cara elegan,
sehingga dimasukkan sebagai program kerja 100 hari dalam Kabinet Indonesia Bersatu II.
Agar program penyaluran beasiswa Bidik Misi dapat dilaksanakan sesuai dengan prinsip
3T, yaitu: Tepat Sasaran, Tepat Jumlah, dan Tepat Waktu, maka diharapkan para pimpinan
perguruan tinggi dalam melakukan sosialisasi, seleksi, dan penyaluran Beasiswa Bidik Misi
mengacu pada pedoman ini.
Penerbitan pedoman program beasiswa Bidik Misi ini diharapkan dapat memudahkan bagi
perguruan tinggi penyelenggara agar penyaluran beasiswa kepada mahasiswa dapat tercapai
sesuai dengan harapan kita semua. Selain itu pedoman ini diharapkan juga dapat memudahkan
bagi para calon mahasiswa atau mahasiswa yang akan mengusulkan sebagai calon penerima
beasiswa, dan memudahkan bagi mahasiswa yang telah ditetapkan sebagai penerima beasiswa
untuk mendapatkan haknya.
Dengan terbitnya buku ini, proses penyaluran beasiswa kepada mahasiswa diharapkan akan
berjalan dengan lebih baik, dan mahasiswa dapat menyelesaikan studinya dengan lancar,
berprestasi tepat waktu yang akhirnya dapat ikut andil dalam meneruskan perjuangan bangsa
menuju pembangunan Indonesia sejahtera.
Akhirnya kami mengucapkan penghargaan dan terima kasih kepada tim penyusun pedoman ini
dan semua pihak yang telah membantu dalam mewujudkan buku pedoman Program Beasiswa
Bidik Misi ini.
Jakarta, Desember 2009
Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi
Fasli Jalal
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
I. PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
B. DASAR
C. MISI
D. TUJUAN
II. KETENTUAN UMUM
A. SASARAN
B. JANGKA WAKTU PEMBERIAN BEASISWA
C. PENYELENGGARA
D. DANA BEASISWA
III. KETENTUAN KHUSUS
A. PERSYARATAN
B. KUOTA
C. PENGGUNAAN DANA BEASISWA
D. PENYALURAN DANA
IV. MEKANISME PEREKRUTAN
A. PERSIAPAN PENDAFTARAN
B. TATA CARA PENDAFTARAN
C. SELEKSI
D. PENETAPAN
E. PENGHENTIAN BEASISWA
V. MONITORING DAN EVALUASI
A. MONITORING DAN EVALUASI EKSTERNAL
B. MONITORING DAN EVALUASI INTERNAL
LAMPIRAN
I. PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Peningkatan pemerataan akses ke perguruan tinggi jenjang pendidikan menengah yang terdiri
atas lulusan SMA/SMK/MA/MAK atau bentuk lain yang sederajat sampai saat ini masih
merupakan masalah di negara kita. Banyak lulusan jenjang pendidikan menengah yang
berprestasi dan merupakan calon mahasiswa yang potensial tidak dapat melanjutkan ke jenjang
pendidikan tinggi karena berasal dari keluarga kurang mampu. Selain itu peningkatan akses
informasi terhadap sumber pendanaan masih sangat terbatas. Upaya yang dapat dilakukan antara
lain dengan menyusun database siswa jenjang pendidikan menengah yang cerdas dan kurang
mampu serta memfasilitasi dan atau menyediakan beasiswa dan biaya pendidikan.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional, Bab V pasal 12 (1.c), menyebutkan bahwa setiap peserta didik pada setiap satuan
pendidikan berhak mendapatkan beasiswa bagi yang berprestasi yang orang tuanya kurang
mampu membiayai pendidikannya. Pasal 12 (1.d), menyebutkan bahwa setiap peserta didik pada
setiap satuan pendidikan berhak mendapatkan biaya pendidikan bagi mereka yang orang tuanya
kurang mampu membiayai pendidikannya.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 48 tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan,
Bagian Kelima, Pasal 27 ayat (1), menyebutkan bahwa Pemerintah dan pemerintah daerah sesuai
kewenangannya memberi bantuan biaya pendidikan atau beasiswa kepada peserta didik yang
orang tua atau walinya kurang mampu membiayai pendidikannya. Pasal 27 ayat (2),
menyebutkan bahwa Pemerintah dan pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya dapat
memberi beasiswa kepada peserta didik yang berprestasi.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2009 tentang Badan Hukum Pendidikan,
Bab VI, Pasal 46 ayat (2), menyebutkan bahwa Badan Hukum Pendidikan wajib mengalokasikan
beasiswa atau bantuan biaya pendidikan bagi peserta didik Warga Negara Indonesia yang kurang
mampu secara ekonomi dan atau peserta didik yang memiliki potensi akademik tinggi paling
sedikit 20% (dua puluh persen) dari jumlah seluruh peserta didik.
Berbagai macam beasiswa oleh pemerintah, misalnya PPA, BBM, PPE, dan BMU, telah
diberikan kepada mahasiswa. Akan tetapi jumlah dana yang diberikan masih belum dapat
memenuhi kebutuhan biaya pendidikan dan biaya hidup mahasiswa, sehingga belum menjamin
keberlangsungan studi mahasiswa hingga selesai.
Mengacu pada Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah tersebut serta kenyataan tentang
program beasiswa sebagaimana tersebut di atas, maka Pemerintah melalui Direktorat Jenderal
Pendidikan Tinggi – Departemen Pendidikan Nasional mulai tahun 2010 memberikan beasiswa
dan biaya pendidikan bagi calon mahasiswa dari keluarga yang kurang mampu secara ekonomi
dan berprestasi yang disebut Beasiswa BIDIK MISI.
B. DASAR
1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional;
2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2009 tentang Badan Hukum Pendidikan;
3. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 48 Tahun 2008 tentang Pendanaan
Pendidikan;
4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 60 tahun 1999 tentang Perguruan Tinggi
Negeri;
5. Program Kabinet Indonesia Bersatu II tahun 2009-2014.
C. MISI
1. Menghidupkan harapan bagi masyarakat kurang mampu untuk terus menempuh sampai ke
jenjang pendidikan tinggi;
2. Menghasilkan sumber daya insani yang mampu berperan dalam memutus rantai kemiskinan.
D. TUJUAN
1. Meningkatkan motivasi belajar dan prestasi calon mahasiswa, khususnya mereka yang
menghadapi kendala ekonomi;
2. Meningkatkan akses dan kesempatan belajar di perguruan tinggi bagi rakyat Indonesia yang
berpotensi akademik tinggi dan kurang mampu secara ekonomi;
3. Menjamin keberlangsungan studi mahasiswa sampai selesai;
4. Meningkatkan prestasi mahasiswa, baik pada bidang akademik/kurikuler, ko-kurikuler
maupun ekstra kurikuler;
5. Menimbulkan dampak iring bagi mahasiswa dan calon mahasiswa lain untuk selalu
meningkatkan prestasi;
6. Melahirkan lulusan yang mandiri, produktif dan memiliki kepedulian sosial, sehingga mampu
berperan dalam upaya pengentasan kemiskinan.
II. KETENTUAN UMUM
A. SASARAN
Lulusan jenjang pendidikan menengah yang terdiri atas lulusan SMA/SMK/MA/MAK atau
bentuk lain yang sederajat tahun 2010 yang berprestasi dan orang tua/wali-nya kurang mampu
secara ekonomi.
B. JANGKA WAKTU PEMBERIAN BEASISWA
Beasiswa diberikan sejak calon mahasiswa dinyatakan diterima di perguruan tinggi selama 8
(delapan) semester untuk program Diploma IV dan S1, dan selama 6 (enam) semester untuk
program Diploma III dengan ketentuan penerima beasiswa berstatus mahasiswa aktif.
C. PENYELENGGARA
Penyelenggara program beasiswa BIDIK MISI adalah perguruan tinggi negeri dan perguruan
tinggi BHMN terpilih di bawah Departemen Pendidikan Nasional dan Departemen Agama.
D. DANA BEASISWA
Dana beasiswa dan biaya pendidikan yang diberikan adalah sebesar Rp 5.000.000 (lima juta
rupiah) per mahasiswa per semester yang diprioritaskan untuk biaya hidup.
III. KETENTUAN KHUSUS
A. PERSYARATAN
Persyaratan untuk mendaftar program beasiswa BIDIK MISI tahun 2010 adalah:
1. Siswa SMA/SMK/MA/MAK atau bentuk lain yang sederajat yang dijadwalkan lulus pada
tahun 2010;
2. Berprestasi dan orang tua/wali-nya kurang mampu secara ekonomi;
3. Calon penerima beasiswa mempunyai prestasi akademik/ kurikuler, ko-kurikuler maupun
ekstra kurikuler yang diketahui oleh Kepala Sekolah/ Pimpinan Unit Pendidikan Masyarakat
(Dikmas) Kabupaten/Kota. Adapun prestasi akademik/kurikuler yang dimaksud adalah
peringkat 25 persen terbaik di kelas, sedangkan prestasi pada kegiatan ko-kurikuler dan/atau
ekstrakurikuler minimal peringkat ke-3 di tingkat Kabupaten/Kota dan harus sesuai dengan
program studi yang dipilih.
B. KUOTA
1. Banyaknya penerima beasiswa pada tahun anggaran 2010 adalah 20.000 orang;
2. Jumlah tersebut didistribusikan kepada perguruan tinggi negeri dan perguruan tinggi BHMN
di bawah Depdiknas yang ditentukan oleh Depdiknas dan di perguruan tinggi negeri di
bawah Depag yang ditentukan oleh Depag;
3. Kuota beasiswa yang ditetapkan untuk setiap perguruan tinggi terpilih disesuaikan dengan
jumlah mahasiswa baru yang diterima setiap tahunnya dan/atau jumlah total mahasiswa di
perguruan tinggi tersebut serta pertimbangan lainnya.
C. PENGGUNAAN DANA BEASISWA
1. Besarnya dana biaya hidup setiap penerima beasiswa adalah sebesar Rp 500.000 (lima ratus
ribu rupiah) sampai dengan Rp 700.000 (tujuh ratus ribu rupiah) per bulan tergantung pada
indeks harga kemahalan daerah lokasi perguruan tinggi terpilih.
2. Besarnya bantuan biaya pendidikan yang dialokasikan kepada setiap penerima beasiswa
adalah sebesar Rp 800.000 (delapan ratus ribu rupiah) sampai dengan Rp 2.000.000 (dua juta
rupiah) per semester.
3. Apabila biaya pendidikan di suatu perguruan tinggi terpilih ternyata lebih tinggi dari dana
yang tersedia, maka perguruan tinggi terpilih tersebut wajib memberikan bantuan biaya
pendidikan sepenuhnya kepada penerima beasiswa.
4. Apabila terdapat kelebihan dana pendidikan pada suatu perguruan tinggi terpilih, maka
perguruan tinggi terpilih tersebut dapat menggunakan untuk:
a. biaya pelaksanaan tes/seleksi penerimaan (administrasi, transportasi, dan akomodasi);
b. biaya buku, pelatihan mahasiswa yang bersangkutan, dan sebagainya.
c. Semua penggunaan dana harus dilaporkan ke Ditjen Dikti.
D. PENYALURAN DANA
1. Beasiswa dibayarkan setiap semester berdasarkan kontrak yang telah ditandatangani oleh
perguruan tinggi terpilih dengan Ditjen Dikti;
2. Pimpinan perguruan tinggi penyelenggara memberikan dana biaya hidup kepada mahasiswa
dengan perhitungan per bulan;
3. Penyaluran beasiswa dari perguruan tinggi penyelenggara kepada mahasiswa penerima
melalui rekening mahasiswa atau dibayarkan melalui bank;
4. Penyaluran biaya pendidikan diatur oleh perguruan tinggi penyelenggara sesuai dengan
ketentuan yang berlaku;
5. Dana beasiswa tidak boleh dipotong untuk kepentingan apapun.
IV. MEKANISME PEREKRUTAN
A. PERSIAPAN PENDAFTARAN
Departemen Pendidikan Nasional mengeluarkan pengumuman melalui media massa, institusi
pemerintah daerah (dinas pendidikan propinsi dan kabupaten/kota) dan institusi pendidikan
tinggi serta pendidikan menengah (SMA, SMK, MA, MAK atau bentuk lain yang sederajat)
untuk memberikan informasi kepada publik adanya program beasiswa ini.
Kepala Sekolah/Pimpinan Unit Dikmas mengkoordinasikan seluruh proses pendaftaran di setiap
sekolah dan mengirimkan berkas yang telah memenuhi persyaratan ke perguruan tinggi terpilih
yang dituju.
B. TATA CARA PENDAFTARAN
1. Calon mahasiswa memilih program pendidikan Diploma III, Diploma IV dan Sarjana pada
perguruan tinggi negeri dan perguruan tinggi BHMN terpilih;
2. Berhubung jadwal pendaftaran calon mahasiswa baru di perguruan tinggi penyelenggara tidak
bersamaan, maka setiap calon mahasiswa diharuskan memperhatikan jadwal pendaftaran di
setiap perguruan tinggi yang dipilih;
3. Setiap calon mahasiswa dapat memilih maksimal dua program studi, baik dalam satu
perguruan tinggi atau di dua perguruan tinggi yang berbeda.
4. Kepala Sekolah/Pimpinan Unit Dikmas dari siswa yang memenuhi persyaratan melakukan
pendaftaran secara kolektif, untuk siswa/peserta didik yang menjadi tanggung jawabnya,
kepada Rektor/Ketua/Direktur atau pimpinan perguruan tinggi penyelenggara yang dituju
dengan melampirkan berkas sebagai berikut:
a. Berkas-berkas yang dilengkapi oleh siswa
1) Formulir pendaftaran yang telah diisi oleh siswa yang bersangkutan dan dilengkapi
dengan pasfoto ukuran 3x4 sebanyak 3 (tiga) lembar. Formulir pendaftaran dapat
diunduh di alamat www.dikti.go.id dan/atau www.kelembagaan.dikti.go.id atau
difotokopi dari panduan program beasiswa BIDIK MISI yang tersedia;
2) Fotokopi Kartu Tanda Siswa (KTS) atau yang sejenis sebagai bukti siswa aktif;
3) Fotokopi rapor semester 1 s/d 5 disertai surat keterangan tentang peringkat siswa di
kelas dan bukti pendukung prestasi lain di bidang keilmuan/akademik yang disahkan
(legalisasi) oleh kepala sekolah/ pimpinan unit Dikmas;
4) Fotokopi Kartu Keluarga Miskin. Bagi keluarga yang tidak memiliki kartu Keluarga
Miskin, harus menyertakan Surat Keterangan Penghasilan Orang tua/wali atau Surat
Keterangan Tidak Mampu yang dapat dibuktikan kebenarannya, yang dikeluarkan
oleh kepala desa/kepala dusun/Instansi tempat orang tua bekerja/tokoh masyarakat;
5) Fotokopi Kartu Keluarga;
6) Jika diperlukan dapat menyertakan bukti pendukung lain seperti fotokopi rekening
listrik bulan terakhir (apabila tersedia aliran listrik) dan atau bukti pembayaran PBB
dari orang tua/wali-nya.
a. Berkas yang dilengkapi oleh Sekolah/Unit Dikmas
1) Rekomendasi dari Kepala Sekolah/Pimpinan Unit Dikmas yang memberikan
keterangan bahwa pendaftar adalah siswa berprestasi yang orang tua/wali-nya kurang
mampu;
2) Daftar nama pelamar ke perguruan tinggi penyelenggara yang dituju.
C. SELEKSI
1. Perguruan tinggi penyelenggara menyeleksi usulan calon penerima beasiswa BIDIK MISI
sesuai persyaratan;
2. Seleksi ditentukan oleh masing-masing perguruan tinggi penyelenggara dengan
memprioritaskan calon yang paling tidak mampu, calon yang mempunyai prestasi paling
tinggi, dan memperhatikan asal daerah calon;
3. Apabila diperlukan seleksi yang memerlukan kehadiran fisik pendaftar, maka seluruh biaya
untuk mengikuti proses seleksi termasuk biaya transportasi dan akomodasi ditanggung oleh
perguruan tinggi terpilih yang bersangkutan;
4. Hasil seleksi ditetapkan oleh Rektor/Ketua/ Direktur atau yang diberi wewenang untuk itu
setelah melalui proses verifikasi.
D. PENETAPAN
1. Setiap perguruan tinggi penyelenggara harus melaporkan data hasil seleksi/perankingan semua
pendaftar ke Direktorat Kelembagaan Ditjen Dikti sebagai bahan verifikasi;
2. Dalam verifikasi bersama yang dikoordinasi oleh Direktorat Kelembagaan Ditjen Dikti
dilakukan penetapan penerimaan. Seorang calon hanya diterima di satu program studi pada
perguruan tinggi tertentu.
3. Apabila calon penerima beasiswa yang diterima di suatu perguruan tinggi penyelenggara
tertentu kurang dari kuota yang telah ditetapkan, maka Ditjen Dikti dapat mengalokasikan
sisa kuota tersebut ke perguruan tinggi penyelenggara yang lain;
4. Pengumuman penerimaan calon mahasiswa dilakukan oleh masing-masing perguruan tinggi
penyelenggara.
E. PENGHENTIAN BEASISWA
Pemberian beasiswa dihentikan apabila mahasiswa penerima beasiswa:
1. Terbukti memberikan keterangan yang tidak benar atau melakukan pelanggaran administratif
pada berkas yang disampaikan;
2. Tidak memenuhi persyaratan akademik yang ditetapkan oleh perguruan tinggi penyelenggara;
3. Melakukan pelanggaran terhadap tata tertib kehidupan kampus dan peraturan lain yang
berlaku di perguruan tinggi penyelenggara;
4. Mengundurkan diri;
5. Meninggal dunia.
V. MONITORING DAN EVALUASI
Monitoring dan evaluasi dilakukan dalam bentuk evaluasi eksternal dan internal.
A. MONITORING DAN EVALUASI EKSTERNAL
Monitoring dan evaluasi eksternal terhadap penyelenggaraan program akan dilakukan oleh Tim
yang dibentuk oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Monitoring dan evaluasi dilakukan
terhadap penyelenggaraan program beasiswa BIDIK MISI, antara lain:
1. Prestasi akademik mahasiswa penerima beasiswa;
2. Penyaluran dana beasiswa;
3. Jumlah mahasiswa penerima beasiswa.
B. MONITORING DAN EVALUASI INTERNAL
Secara internal perguruan tinggi penyelenggara dapat melengkapi panduan sebagai acuan dalam
penyelenggaraan program serta sistem monitoring dan evaluasinya. Hasil monitoring dan
evaluasi internal dituangkan dalam Laporan Program dan Keuangan yang disampaikan kepada
Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.
1. Pelaporan Program
Pelaporan program berprinsip pada 3-T (Tepat Sasaran, Tepat Jumlah, dan Tepat Waktu).
a. Tepat Sasaran; artinya beasiswa telah disalurkan kepada mahasiswa yang memenuhi
persyaratan yang telah ditentukan dalam pedoman dengan menyebutkan jumlah mahasiswa.
b. Tepat Jumlah; artinya jumlah mahasiswa penerima beasiswa harus sesuai dengan perjanjian
yang telah ditetapkan. Apabila jumlah mahasiswa penerima beasiswa kurang dari yang telah
ditetapkan, maka perguruan tinggi wajib melaporkan ke Ditjen Dikti
c. Tepat Waktu; artinya beasiswa telah disalurkan kepada mahasiswa sesuai dengan waktu
sebagaimana diatur dalam mekanisme penyaluran dana.
2. Pelaporan Keuangan
Laporan keuangan melampirkan bukti pembayaran dana biaya hidup kepada mahasiswa, dan
keperluan lain yang dikeluarkan perguruan tinggi penyelenggara untuk keperluan studi
mahasiswa penerima beasiswa.
3. Pengiriman Laporan
Laporan berupa soft copy (CD) dikirim ke:
Direktur Kelembagaan
Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi
Kompleks Depdiknas Gedung D Lt. 6
Jalan Jenderal Soedirman, Pintu I Senayan
Jakarta 10270
LAMPIRAN
DAFTAR PERGURUAN TINGGI PENYELENGGARA PROGRAM
BEASISWA BIDIK MISI TAHUN 2010
1. Di bawah Pembinaan Departemen Pendidikan Nasional
No
Perguruan Tinggi Kuota
1 Institut Pertanian Bogor 500
2 Institut Seni Indonesia Denpasar 20
3 Institut Seni Indonesia Surakarta 20
4 Institut Seni Indonesia Yogyakarta 20
5 Institut Teknologi Bandung 450
6 Institut Teknologi Sepuluh November 450
7 Politeknik Elektronika Negeri Surabaya 100
8 Politeknik Manufaktur Bandung 75
9 Politeknik Negeri Ambon 30
10 Politeknik Negeri Bali 30
11 Politeknik Negeri Bandung 75
12 Politeknik Negeri Banjarmasin 50
13 Politeknik Negeri Jakarta 75
14 Politeknik Negeri Jember 20
15 Politeknik Negeri Kupang 20
16 Politeknik Negeri Lampung 20
17 Politeknik Negeri Lhokseumawe 30
18 Politeknik Negeri Malang 75
19 Politeknik Negeri Manado 40
20 Politeknik Negeri Medan 70
21 Politeknik Negeri Media Kreatif Jakarta 10
22 Politeknik Negeri Padang 75
23 Politeknik Pertanian Negeri Pangkep 15
24 Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh 15
25 Politeknik Negeri Pontianak 50
26 Politeknik Negeri Samarinda 50
27 Politeknik Negeri Semarang 50
28 Politeknik Negeri Sriwijaya 75
29 Politeknik Perikanan Negeri Tual 10
30 Politeknik Negeri Ujung Pandang 50
31 Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya 50
32 Politeknik Pertanian Negeri Kupang 20
33 Politeknik Pertanian Negeri Samarinda 20
34 Sekolah Tinggi Seni Indonesia Bandung 20
No
Perguruan Tinggi Kuota
35
Sekolah Tinggi Seni Indonesia Padang
Panjang 20
36 Universitas Airlangga 500
37 Universitas Andalas 500
38 Universitas Bengkulu 150
39 Universitas Brawijaya 500
40 Universitas Cenderawasih 125
41 Universitas Diponegoro 500
42 Universitas Gadjah Mada 500
43 Universitas Haluoleo 150
44 Universitas Hasanudin 500
45 Universitas Indonesia 500
46 Universitas Jambi 300
47 Universitas Jember 300
48 Universitas Jenderal Soedirman 300
49 Universitas Khairun 50
50 Universitas Lambung Mangkurat 300
51 Universitas Lampung 300
52 Universitas Malikussaleh 50
53 Universitas Mataram 150
54 Universitas Mulawarman 300
55 Universitas Negeri Gorontalo 300
56 Universitas Negeri Jakarta 450
57 Universitas Negeri Makassar 350
58 Universitas Negeri Malang 450
59 Universitas Negeri Manado 300
60 Universitas Negeri Medan 500
61 Universitas Negeri Padang 500
62 Universitas Negeri Papua 75
63 Universitas Negeri Semarang 400
64 Universitas Negeri Surabaya 400
65 Universitas Negeri Yogyakarta 400
66 Universitas Nusacendana 100
67 Universitas Padjadjaran 500
68 Universitas Palangka Raya 250
69 Universitas Pattimura 250
70 Universitas Pendidikan Ganesha 250
71 Universitas Pendidikan Indonesia 450
72 Universitas Riau 300
73 Universitas Sam Ratulangi 300
74 Universitas Sebelas Maret 400
75 Universitas Sriwijaya 400
76 Universitas Sultan Ageng Tirtayasa 100
No
Perguruan Tinggi Kuota
77 Univeristas Sumatera Utara 500
78 Universitas Syiah Kuala 400
79 Universitas Tadulako 250
80 Universitas Tanjungpura 300
81 Universitas Trunojoyo 100
82
Universitas Udayana 350
Jumlah 18.000
Keterangan:
Nama program studi yang ditawarkan masing-masing perguruan tinggi penyelenggara tersebut di atas dapat dilihat
pada:
Buku panduan SNMPTN tahun 2009, atau
Website perguruan tinggi masing-masing, atau
Website: www.evaluasi.or.id
2. Di bawah Pembinaan Departemen Agama
NO Perguruan
Tinggi
Kuota Program Studi
1 UIN Syarif
Hidayatullah
Jakarta
100 1. Tafsir Hadits
2. Perbandingan Agama
3. Akidah dan Filsafat
4. Sosiologi Agama
5. Madzhab dan Hukum
6. Jinayah Siyasah
7. Dirasah Islamiyah
8. Manajemen Dakwah
9. Bimbingan dan Penyuluhan
Islam
10. Sejarah dan Kebudayaan Islam
11. Tarjamah
12. Bahasa dan Sastra Arab
2 UIN Sunan
Kalijaga
Yogjakarta
100 1. Perbandingan Agama
2. Akidah dan Filsafat
3. Tafsir hadits
4. Perbandingan Madzhab dan
Hukum
5. Sejarah dan Kebudayaan Islam
6. Bahasa dan Kebudayaan Islam
7. Bimbingan dan Penyuluhan
Islam
8. Komunikasi dan Penyiaran Islam
3 UIN Alaudin
Makassar
90 1. Perbandingan Madzhab dan
Hukum
2. Komunikasi dan Penyiaran Islam
3. Tafsir Hadits
4. Perbandingan Agama
5. Sejarah dan Kebudayaan Islam
6. Akidah dan Filsafat
7. Bahasa dan Sastra Arab
4 UIN Sunan
Gunung Djati
Bandung
80 1. Akidah dan Filsafat
2. Tasawuf dan Psikoterapi
3. Perbandingan Agama
4. Mu’amalah
5. Perbandingan Madzhab dan
Hukum
6. Menajemen Dakwah
7. Pengembangan Masyarakat
Islam
8. Sejarah dan Kebudayaan Islam
5 UIN Maulana
Malik Ibrahim
Malang
100 1. Al-Ahwal al-Syakhshiyyah
2. Bahasa dan Sastra Inggris
3. Bahasa dan Sastra Arab
6 UIN Syarif
Kasim Riau
80 1. Al-Ahwal al-Syakhshiyyah
2. Tafsir Hadits
3. Akidah dan Filsafat
4. Jinayah Isyasah
5. Pengembangan Masyarakat
Islam
7 IAIN Antasari 60 1. Perbandingan Agama
NO Perguruan
Tinggi
Kuota Program Studi
Banjarmasin 2. perbandingan Madzhab dan
Hukum
3. Akidah dan Filsafat
4. Tafsir Hadits
5. Al-Ahwal al-Syakhshiyyah
6. Pengembangan Masyarakat
Islam
7. Bimbingan dan Penyuluhan
Islam
8 IAIN Ar-Raniry
Banda Aceh
60 1. Tafsir Hadits
2. Komunikasi dan Penyiaran Islam
3. Akidah dan Filsafat
4. Perbandingan Agama
5. Jinayah Siyasah
6. Sejarah dan Kebudayaan Islam
7. Sastra Arab
8. Al-Ahwal al-Syakhshiyyah
9 IAIN Sumatera
Utara Medan
70 1. Akidah Filsafat
2. Perbandingan Agama
3. Tafsir Hadits
4. Al-Ahwal al-Syakhshiyyah
5. Perbandingan Madzhab dan
Hukum
6. Komunikasi dan Penyiaran Islam
7. Manajemen Dakwah
10 IAIN Imam
Bonjol Padang
60 1. Perbandingan Agama
2. Al-Ahwal al-Syakhshiyyah
3. Perbandingan Madzhab dan
Hukum
4. Komunikasi dan Penyiaran
Islam
5. Bimbingan dan Penyuluhan
Islam
6. Bahasan Sastra Arab
7. Sejarah dan Kebudayaan Islam
11 IAIN Sultan
Thaha Saifudin
Jambi
60 1. Perbandingan Madzhab dan
Hukum
2. Jinayah Siyasah
3. Tafsir Hadits
4. Sejarah dan Kebudayaan Islam
5. Bahasa dan Sastra Arab
12 IAIN Raden
Fatah Palembang
70 1. Tafsir Hadits
2. Perbandinagan Agama
3. Jinayah Siyasah
4. Perbandinagan Madzhab dan
Hukum
5. Komunikasi dan Penyiaran Islam
6. Sejarah dan Kebudayaan Islam
7. Bahasa dan Sastra Arab
13 IAIN Raden
Intan Bandar
Lampung
60 1. Akidah dan Filsafat
2. Tafsir Hadits
3. Jinayah Siyasah
4. Peradilan Agama
NO Perguruan
Tinggi
Kuota Program Studi
5. Komunikasi dan Penyiaran Islam
6. Pengembangan Masyrarakat
Islam
14 IAIN Walisongo
Semarang
75 1. Akidah dan Filsafat
2. Tasawuf dan Psikoterapi
3. Al-Ahwal al-Syakhshiyyah
4. Jinayah Siyasah
5. Mu’amalah
6. Manajemen Dakwah
7. Bimbingan dan Penyuluhan
15 IAIN Sultan
Maulana
Hasanuddin
Banten
60 1. Tafsir Hadits
2. Akidah dan Filsafat
3. Komunikasi dan Penyiaran Islam
4. Sejarah dan Kebudayaan Islam
5. Bahasa dan Sastra Arab
16 IAIN Sunan
Ampel Surabaya
75 1. Tafsir Hadits
2. Akidah dan Filsafat
3. Perbandingan Agama
4. Al-Ahwal al-Syakhshiyyah
5. Jinayah Siyasah
6. Manajemen Dakwah
7. Pengembangan Masyarakat
Islam
8. Bimbingan dan Penyuluhan
Islam
9. Bahasa dan Sastra Arab
10. Sejarah dan Kebudayaan Islam
17 IAIN Mataram 60 1. Al-Ahwal al-Syakhshiyyah
2. Komunikasi dan Penyiaran Islam
3. Mu’amalah
18 IAIN Ambon 60 1. Akidah dan Filsafat
2. Jinayah Siyasah
3. Al-Ahwal al-Syakhshiyyah
4. Komunikasi dan Penyiaran Islam
5. Bimbingan dan Penyuluhan
Islam
19 IAIN Sultan
Amai Gorontalo
50 1. Akidah dan Filsafat
2. Tafsir Hadits
3. Komunikasi dan Penyiaran Islam
20 STABN
Sriwijaya Banten
40 1. Dharma Acariya (Keguruan)
2. Dharma Duta (Penyuluh)
21 IHDN Denpasar 50 1. Teologi Hindu
2. Penerangan Agama Hindu
22 STAKPN
Ambon
40 1. Pendidikan Agama Kristen
2. Musik Gereja
3. Teologi
Jumlah 1.500