SABTU, 09 OKTOBER 2010 | 01:12 WITA | 1911 Hits
Share
|
Kalah Segalanya
Takluk 1-7 dari Uruguay
BEDA KELAS. Striker Uruguay Luis Suarez (kiri) berebut bola dengan pemain Indonesia, Benny Wahyudi, dalam pertandingan persahabatan di Stadion Utama Gelora Bunga Karno, Senayan, Jakarta malam tadi. Pertandingan dimenangkan Uruguay dengan skor telak 7-1. (FOTO HENDRA EKA/JAWA POS)
JAKARTA -- Seperti perkiraan, Indonesia akhirnya harus mengakui keunggulan Uruguay. Dalam laga friendly match di Stadion Gelora Bung Karno malam tadi, Merah-Putih takluk dengan skor telak, 1-7.
Hasil yang tidak mengejutkan. Tetapi bukan berarti pertandingan ini nihil kejutan. Sebab, Indonesia mampu unggul lebih dulu. Boaz Solossa membuat Indonesia leading 1-0 menit ke-17.
Setelah itu, pasukan Garuda, sebutan lain Timnas Indonesia, harus menjadi bulan-bulanan. Meski terlihat berupaya keras memberi perlawanan, Bambang Pamungkas dkk tak bisa berbuat banyak. Stamina mereka tidak cukup kuat untuk menahan gempuran Uruguay.
Duet lini depan Uruguay, Luis Suarez dan Edison Cavani menjadi bintang dengan masing-masing mencetak hat-trick. Suarez mencetak gol pada menit ke-42, 53', dan 67' (penalti). Sedangkan Cavani menjebol gawang Indonesia pada menit ke-34, 79', dan 83'. Satu gol La Celeste, julukan Uruguay, lainnya disumbangkan gelandang Sebastian Eguren pada menit ke-57.
Bekal sejarah saat Indonesia mampu menekuk Uruguay 2-1 pada pertandingan yang digelar 1974, tak memberi banyak pengaruh. Begitu pula kehadiran Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono di tribun penonton. Setelah 30 menit pertama, Uruguay seperti memberi kursus pada pemain-pemain Indonesia.
Duet Bambang dan Boaz di lini depan jarang mendapat peluang. Maklum, lini tengah yang digalang Firman Utina dan Ahmad Bustomi tak mampu mengatur ritme permainan.
Di lini belakang, duet Maman Abdurahman dan Nova Arianto juga tak bisa berbuat banyak. Suarez dan Cavani terlalu tangguh untuk duo bek Indonesia yang tampak kurang tenang.
Hanya kiper Markus Horison yang penampilannya cukup menonjol. Pemain Persib Bandung itu membuat banyak penyelamatan. Tujuh gol yang bersarang di gawangnya tidak murni dari kesalahannya.
Gol Boaz Solossa pada menit ke-17 sempat membangkitkan asa timnas Indonesia ketika meladeni Uruguay di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, kemarin. Tapi, hanya itulah satu-satunya gol yang bisa diciptakan skuad Merah Putih. Uruguay memberi pelajaran berharga dengan menggelontorkan tujuh gol ke gawang Markus Haris Maulana.
Duet penyerang Uruguay, Luis Suarez dan Edinson Cavani, sama-sama mencetak hat-trick.
Usai pertandingan, pelatih Timnas Indonesia Alfred Riedl mengakui bahwa timnya kalah segalanya. "Semua bisa melihat perbedaan dua tim. Ini hasil yang normal. Inilai perbedaan tim semifinalis Piala Dunia dan tim peringkat ke-131," ujar Riedl.
Pelatih asal Austria itu mengungkapkan, para pemainnya terlalu memforsir tenaga di babak pertama. Nyatanya, hal itu justru menjadi bumerang. "Akibatnya, di babak kedua stamina jauh terkuras dan semakin sulit memberi perlawanan," ujarnya.
Riedl menyatakan, persiapan yang terlalu mepet turut berperan dalam kurang nyetelnya permainan Bambang Pamungkas dkk. Para penggawa timnas memang baru berkumpul Senin 4 Oktober lalu. "Para pemain terlalu banyak main di liga," keluhnya.
Riedl berharap para pemain belajar banyak dari kekalahan ini. Dia tidak mau menilai kinerja pemainnya satu persatu. "Saya tidak akan mengkritik pemain. Tidak akan pernah. Dua tim ini beda kelas. Kritik nanti saja di Piala AFF," ujarnya.
Di sisi lain, arsitek Uruguay Oscar Tabarez puas dengan permainan timnya. Dia juga senang karena tidak ada pemainnya yang cedera. "Laga ini sangat bersih. Tidak seperti yang dikatakan sebelumnya bahwa permainan Indonesia keras. Kami tampil terbuka dan terus mennyerang. Saya sama sekali tidak melihat Indonesia bermain keras," kata Tabarez.
Mantan pelatih AC Milan dan Boca Juniors ini mengungkapkan, para pemain Indonesia bermain cepat di babak pertama. Nah, kelengahan barisan belakang Uruguay membuat mereka kecolongan oleh gol Boaz. "Kami sudah prediksi itu. Kami sempat kehilangan konsentrasi," ungkap Tabarez.
Sementara itu, kapten Uruguay Diego Lugano berterima kasih atas sambutan publik Indonesia yang baik. Menurutnya, skuad Merah Putih punya potensi untuk terus berkembang. "Tim Indonesia bisa lebih baik lagi jika bisa memaksimalkan kecepatan yang dimiliki. Sebab, posturnya pendek-pendek," kata Lugano.
Penilaian lain diberikan Suarez. "Di babak pertama lini belakang Indonesia sangat kuat. Tapi, itu berubah di babak kedua. Mereka harus lebih berkonsentrasi," kata penyerang Ajax Amsterdam itu.
Prediksi Wagub Meleset
Dari Makassar, sebuah acara nonton bareng digelar di Makassar Golden Hotel (MGH). Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu'mang menjadi narasumber. Pria berkacamata ini pun ikut memberi prediksi sebelum pertandingan.
Agus memprediksi Indonesia tidak akan kalah lebih dari tiga gol. Prediksi yang meleset karena Indonesia diberondong tujuh gol. Nominal skor yang membuat peserta nobar lesu.
Acara di Terrace Anging Mammiri MGH itu disiarkan langsung TVOne. Sebelum pertandingan, Agus sempat memberikan ulasan-ulasannya. Selain Agus, hadir juga mantan pelatih timnas, Syamsuddin Umar. (zul)
KOMENTAR BERITA "Kalah Segalanya"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar